October 25, 2017

InfoJadi - Minta Ojek Online Dihapus, Opang Geruduk Pendopo Gubernur Banten

InfoJadi-Serang - Setelah ditolak di berbagai tempat, sekarang giliran ojek basis (opang) Banten yang menolak kehadiran ojek online. Aksi massa Opang di depan ruang gubernur di Pemerintah Pusat Daerah Provinsi Banten (KP3B).


Salah satu perwakilan massa, Bahrudin mengatakan, pendapatan pangkalan ojek turun saat taksi motor online di Kota Serang. Dia meminta pemerintah provinsi Banten untuk membubarkan sepeda motor.

Selain itu, perwakilan ojek menurut dia meminta DPRD dan Gubernur Banten untuk mempelajari keberadaan ojek secara online di Kota Serang.

"Intinya hanya satu, bubar, karena ongkos ojek online adalah mereka yang berpenghasilan turun, dari Rp 100 ribu sehari, sekarang paling banyak Rp 20 ribu," katanya kepada wartawan, Kota Serang, Kamis (26/10). / 2017).

Perwakilan massa mengambil tindakan sejak pukul 10.00 WIB yang kemudian diterima oleh Kepala Dinas Pehubungan Banten, Revrie Aroes. Dalam kesempatan dialog yang disepakati antara ojek, pemerintah kota dan perwakilan pengelola ojek sepeda motor akan berkumpul. Dalam diskusi tersebut disepakati pertemuan tersebut akan digelar lagi pada Senin (30/10) nanti.

"Kami akan mengadakan musyawarah antara opang dan ojek secara online sehingga keduanya bisa mencari nafkah di kota Serang," kata Revrie.
Request Online Motor Removal, Pendopo Pendopo Pendopo Banten Gubernur

Sehingga tidak ada konflik di masyarakat, kata Revrie sudah memiliki bayangan bagaimana melakukan rekonsiliasi antara ojek dan online. Rencananya, akan ada kesepakatan bersama bahwa taksi motor online tidak membawa penumpang di lokasi konvensional dari ojek.

"Dia hanya mengantar penumpang dari mal dari supermarket ke kompleks, keluar dari kompleks harus kosong," katanya.

Sumber : Detiknews/POJOKQQ/JADIQQ